Welcome. This blog contains vocational high school material

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kamis, 12 April 2012

Label:

Dalam produksi adalah penting bahwa pekerjaan dilakukan sesingkat
mungkin. Waktu yang dihabiskan dalam produksi adalah : waktu
penyetelan, penanganan benda kerja, penanganan mesin, dan waktu
pemotongan.

Waktu penyetelan dapat dikurangi dengan menyiapkan semua pahat yang
diperlukan dalam kondisinya dan siap dipakai.

 Waktu penanganan benda kerja yaitu waktu yang dipakai dalam
memasang atau melepaskan benda kerja. Hal ini sangat tergantung kepada
piranti pemegang benda kerja.
 Untuk pekerjaan as yang panjang maka waktu ini
dikurangi dengan menggunakan clow atau steady rest.


Waktu penanganan mesin adalah waktu yang diperlukan dalam memasang
masing-masing perkakas pada tempatnya. Bisa dikurangi dengan
menempatkan perkakas pada posisi dan urutan yang benar sehingga
memudahkan penggunaannya atau dengan melakukan pemotongan kombinasi, jika memungkinkan.
Waktu potong untuk suatu operasi dikendalikan oleh penggunaan yang
benar atas perkakas potong, kecepatan dan hantaran/feeding. Pemotongan
kombinasi bisa menghemat waktu potong

 Alat Potong untuk Bubut (pahat bubut)

Ada beberapa jenis dari alat potong untuk mesin bubut. Kita harus memilih mereka
dengan bahan dan bentuk bagian. Tiga alat potong khas
diperkenalkan berikut. Kemudian kita mempertimbangkan apa yang
disebut  proses yang mudah atau proses sulit.

 Bentuk Cutting Tools (pahat) Khas





 Gbr.5,  Cutting Tools(Pahat Bubut) Khas

Gambar 5 (a) menunjukkan alat potong paling mudah digunakan, disebut
pahat samping. Hal ini dapat digunakan untuk memotong permukaan luar
dan permukaan tepi. Karena materi yang ditetapkan berada di sebelah
kanan bubut, maka alat ini hanya bisa memotong dari kanan material.

Alat potong yang ditunjukkan pada Gambar 5 (b) digunakan pada
pemotongann dan proses grooving atau pembubutan alur. Sisi potongnya langsing, maka
itu adalah terlalu lemah/mudah patah. Jangan menggerakkan ke sampig terlalu kuat untuk alat ini.
 Alat ini harus memotong ke  arah vertikal saja.

Alat potong yang ditunjukkan pada Gambar 5 (c) disebut pahat lobang
atau bubut dalam. Hal ini digunakan untuk memotong pada permukaan
dalam. Hal ini dapat membuat lubang besar, yang tidak bisa diproses
oleh pengeboran, dan sebuah lubang yang akurat .

Proses Mudah dan Proses Sulit

Gbr.6, Proses Pengolahan Mudah dan Proses Pengolahan Hard


Alat pemotongan umum, ditunjukkan pada Gambar 5 (a) adalah hal
yang  paling mudah. Kemudian bentuk yang bisa dibuat hanya
menggunakan alat pemotong umum, adalah proses yang memiliki pengolahan
mudah sepertin ditunjukkan gambar 6(a).

Dalam kasus pemotongan atau pembuatan alur, proses ini menjadi sulit
dengan penurunan lebar yang banyak, dan peningkatan kedalaman.

Dalam kasus penggunaan pahat bubut dalam, proses lubang tembus tidak
begitu sulit. Tetapi proses membububut lobang tidak  tembus agak sulit. Karena
kita tidak bisa melihat permukaan  dalam selama proses. Dalam
kasus tersebut, kita memutuskan lokasi alat dengan suara atau skala
bubut. Selain itu, proses lubang kecil (kurang dari 10 mm) atau
kedalaman lubang terlalu dalam juga akan sulit.

Tentu saja, tidak mungkin ada bentuk seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 6 (c). Dalam hal demikian, bagian tersebut harus dibagi atau
memiliki cetakan.

Mendengar Suara

Dalam kasus proses bubut, ketajaman diketahui dari potongan-potongan
bahan atau permukaan pengolahan,halus atau kasar. Selain itu, juga
penting untuk mendengar suara. Sebagai contoh, ketika suara terlalu
tinggi, pengolahan tidak cocok. Hal ini disebabkan oleh sisi potong yang buruk dari pahat, terlalu tinggi kecepatan putar dari mesin bubut, atau bergetarnya  suatu materi tipis

Penyetelan Pahat





Gbr7. Menyetel Ketinggian Pahat

Agar permukaan benda kerja bisa terpangkas dengan baik dan menyeluruh
maka pahat harus disetel agar ujungnya sama tinggi dengan pusat
material. Jika kurang maka bisa ditanbahkan plat tipis di bawah pahat.

Jika pahat lebih tinggi maka ujung pahat tidak akan menyentuh
 benda kerja,jadi tidak bisa membubut. Namun jika lebih rendah
tidak akan menghasilkan potongan yang baik karena akan tertarik oleh
putaran material.

Walaupun demikian pada kenyataannya sangatlah sulit menyetel agar ujung
pahat benar-benar setinggi  pusat benda kerja.
Kuncinya adalah untuk pembubutan luar,biarkan sedikit lebih rendah dan
untuk pahat bubut dalam sedikit lebih tinggi.

0 Responses to Prinsip Pahat Dan Perpahatan: